Sidaguri, Bismillah Untuk Asam Urat, Rheumatik, Sakit Gigi, hingga Cacing Kremi

Tanaman Sidaguri

Sidaguri (Sida rhombifolia Linn atau Sida retusa Linn.) Sidaguri tumbuh liar di tepi jalan, halaman berrumput, hutan, ladang, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Tanaman ini tersebar pada daerah tropis di seluruh dunia dari dataran rendah sampai 1.450 m dpl. Perdu tegak bercabang ini tingginya dapat mencapai 2 m dengan cabang kecil berambut rapat. Daun tunggal, letak berseling, bentuknya bulat telur atau lanset, tepi bergerigi, ujung runcing, pertulangan menyirip, bagian bawah berambut pendek warnanya abu-abu, panjang 1,5-4 cm, lebar 1–1,5 cm. Bunga tunggal berwarna kuning cerah yang keluar dari ketiak daun, mekar sekitar pukul 12 siang dan layu sekitar tiga jam kemudian. Buah dengan 8–10 kendaga, diameter 6–7 mm. Akar dan kulit sidaguri kuat, dipakai untuk pembuatan tali. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.

 Bagian yang digunakan sebagai obat adalah akar, daun dan bunga, tapi lebih sering akarnya.  Sidaguri digunakan sebagai obat untuk sakit gigi, mulas, gatal, kudis, cacing kerawit dan sengatan lebah.

Daerah :  Saliguri, Kahindu.

Asing :   Sida hemp, Yellow barleria atau walis-walisan

Sifat Kimiawi :  Daun – alkoloid, calsium oksalat, tanin, saponin, phenol, asam amino, minyak terbang. Zat phlegmatic untuk expectorant dan lubricant. Batang – Calsium oksalat dan tanin. Akar – alkoloid, steroid dan efedrine.

Efek Farmakologis :  Tanaman – manis, pedas dan sejuk. Masuk meridien jantung, hati, paru, usus besar dan kecil. Anti radang (anti inflamasi), peluruh kencing (diuretik) dan menghilangkan sakit (analgetik). Akar – manis tawar, sejuk.

Cara budidaya : Dengan biji atau stek, pemeliharaannya mudah.   Semak, batang berkayu, bulat, warna putih kehijauan. Daun tunggal, berseling, bentuk jantung, ujung bertoreh, berbulu rapat, warna hijau. Bunga tunggal, bulat telur, di ketiak daun, mahkota bunga berwarna kuning. Buah batu, buah muda berwama hijau, buah tua berwarna hitam.

 

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1.  Perut mulas : Akar dan jahe dikunyah dan ditelan airnya.
2.  Rhematik : Seluruh tumbuhan termasuk akar sebanyak 60 gr kering, digodok dan diminum.
3.  Asam urat tinggi : Lima batang akar, cuci, potong kecil dan rebus dengan 2 gls air sampai mendidih, tuang kegelas berikut akar dan tutup semalaman, esoknya diminum sebelum sarapan. rebus sekali lagi untuk sorenya.
4.  Cacing Kremi : Daun 1/5 genggam dicuci dan digiling halus, tambah 3/4 cangkir air matang dan sedikit garam, peras dan minum 2x sehari.
5.  Sakit gigi : Akar dikunyah.
6.  Sengatan lebah : Bunga dilumatkan dan tempel.
7.  Asma : Akar 60 gr ditambah 30 gr gula pasir, godok dan airnya diminum.

RAMUAN DAN TAKARAN

Cacing Keremi
Ramuan:
Daun Sidaguri 9 helai
, Bunga Sidaguri 3 kuntum, Air 110 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 4 hari.

Disentri
Ramuan:
Herba Sidaguri 5 gram
, Herba daun Sendok 4 gram, Air 110 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari.

Disengat Lebah
Gosokkan bunga Sidaguri pada tempat yang disengat.

Ketombe dan Kurap
Ramuan:
Daun Sidaguri (senbuk) 1 sendok makan
, Minyak Kelapa 100 ml

Cara pembuatan:
Dididihkan sebentar kemudian dienaptuangkan.

Cara pemakaian:
Digosokkan pada kulit kepala.

CATATAN : Wanita hamil dilarang minum. 

Asam urat dan rematik merupakan penyakit yang sering dialami oleh mereka yang kelebihan asam urat pada tubuhnya. Pengobatan tradisional cukup banyak dimanfaatkan pengidap penyakit asam urat dan rematik ini.

”Pengobatan asam urat dan rematik seringkali memang menggunakan obat modern. Namun, kerapkali, pengobatan tersebut memiliki efek samping berupa gangguan pada lambung. Karena itu, tak ada salahnya menggunakan pengobatan tradisional,” ujar Ning Harmanto, terapis obat tradisional ketika dihubungi pekan lalu di Jakarta.

Menurutnya, pengobatan tradisional untuk asam urat dan tradisional berupa akar-akaran tumbuhan yang bisa ditemukan hidup subur dan liar di Indonesia. Katanya, tumbuhan yang tepat untuk pengobatan asam urat adalah Sidaguri atau Sida rhombifolia L.

Obat tradisional dari sidaguri ini memang bisa digunakan secara sendiri, atau satu jenis, maupun racikan yang dicampur dengan bahan lainnya. Salah satu campuran yang sangat baik bagi pengobatan asam urat adalah dengan mencampur racikan bersama mahkota dewa.

Sidaguri merupakan tumbuhan perdu liar yang tumbuh tegak bercabang. Tinggi tumbuhan mencapai 1 sampai 2 meter di daerah tropis berketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tumbuh subur dengan sinar matahari yang cukup. Perkembangbiakan tanaman ini bisa dilakukan dengn biji maupun dengan stek batang.

Ciri-ciri tumbuhan ini adalah bentuk daunnya yang bulat telur memanjang dan tepinya bergerigi. Panjang daunnya 1 sampai 4 centimeter dengan lebar 1 sampai 2 centimeter. Bunganya tunggal berwarna kuning. Bunganya mekar di siang hari dan hanya bertahan tiga jam saja. Sedangkan buahnya berupa kendaga.

Khasiat sidaguri ini didapatkan dari kandungan kimiawi di dalamnya, yaitu alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, minyak terbang, dan zat philegmatic Pada batangnya mengandung tanin dan kalsium oksalat. Pada akarnya pun terdapat kaloid, steroid dan efedrine. Dalam pengobatan tradisional, bagian yang digunakan adalah seluruh bagian tumbuhan dengan kondisi segar atau dikeringkan.

Selain untuk asam urat dan rematik, sidaguri bermanfaat untuk flu, demam, malaria, radang amandel, radang usus, disentri, sakit perut, sakit kuning, kencing batu, bisul, radang kulit bernanah, dan eksim. Khusus untuk akarnya, digunakan untuk mengatasi influenza, asma, sakit gigi, sariawan, disentri, susah buang air besar/sembelit dan rematik.

Pada pemakaian luar, sidaguri digunakan segar dan dihaluskan untuk selanjutnya diborehkan pada yang sakit. Sedangkan, untuk pemakaian dalam, sidaguri direbus baik dalam keadaan segar atau kering dan dicampur dengan bahan lainnya.

Penyakit yang bisa diatasi dengan penggunaan luar adalah kudis, bisul, bengkak karena tulang patah, luka berdarah, kulit gatal, sakit gigi, dan digigit serangga.

Pada pemakaian dalam, tumbuhan Sidaguri dapat digunakan untuk mengobati rematik. Gunakan 60 gram Sidaguri direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum. Penyakit lainnya yang bisa diatasi lewat pengobatan dalam adalah gangguan pertumbuhan, radang usus disentri, radang kelenjar payudara, sakit kuning, dan cacing remi.

Menurut Ning, penggunaan obat dalam dengan sidaguri ini adalah dengan cara merebus tumbuhan ini dengan beberapa gelas air sehingga menyisakan sekitar dua sampai tiga gelas kecil air rebusan. Misalkan untuk pengobatan asam urat, air rebusan ini diminum sehari dua kali satu gelas. Satu kali rebusan, bisa untuk tiga kali minum.

Beberapa Gambar Sidaguri :

Sidaguri 2

Sidaguri 3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : http://www.republika.co.id dan Berbagai Sumber

Waspadai Cemilan Anak Ber-MSG!

“Mba, yanti mau ke warung Bu Mira dulu yah, mau jajan,” ujar bocah berusia 5 tahun itu kepada pengasuhnya. Setiap harinya, balita yang ditinggal ibunya bekerja itu menghabiskan Rp 3.000 untuk jajan.

Jajan adalah salah satu aktivitas yang menjadi favorit balita dan anak-anak. Jajan merupakan aktivitas yang menyenangkan buat mereka, karena selain dapat berinteraksi dalam kegiatan jual beli, mereka juga menyukai rasa makanan-makanan cemilan yang dijual di warung atau toko.

Makanan apa saja yang menjadi favorit anak-anak saat jajan? Selain permen, makanan ringan yang gurih dan serba kriuk-kriuk adalah kesukaan mereka. Padahal, jika tak waspada, makanan kecil yang disukai anak-anak dampak berdampak negatif buat kesehatan mereka.

Hal itu terkait dengan pengumuman yang disampaikan Nurhasan dari Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) di Jakarta belum lama ini.

Menurut hasil penelitian PIRAC, tujuh makanan ringan dalam kemasan (snack) yang biasa dikonsumsi anak-anak tidak mencantumkan kandungan MSG (vetsin). Padahal, konsumsi MSG dalam jumlah berlebihan akan mengancam kesehatan anak.

PIRAC telah meneliti 13 contoh makanan ringan yang beredar luas. Dari 13, tujuh diantaranya mengandung MSG tetapi tidak mencantumkannya dalam kemasan, empat produk menyatakan mengandung penyedap dan penambah rasa tetapi tidak menyebutkan mengandung MSG dan dua produk mencantumkan MSG namun tidak menyebut jumlah kandungannya.

Ketujuh produk tersebut adalah:
Cheetos (1,20 persen)
Chitato rasa sapi panggang (1,06)
Chiki rasa keju (0,76)
Happytos Torpilachips (0,71)
Golden Horn rasa keju (0,46)
Smax rasa ayam((0,57)
Taro Snack rasa rumput laut (0,62).

Keempat produk yang menyatakan mengandung penyedap dan penambah rasa tetapi tidak menyebutkan mengandung MSG adalah:
Zetz rasa ayam bumbu mamamia (0,50)
Twistko rasa jagung barbeque (1,59)
Double Decker Snack ayam (0,48)
Twistee Corn (0,47).

Keempat produk itu dinilai dianggap menyesatkan karena menyebutkan mengandung penyedap rasa tetapi tidak menyebutkan mengandung MSG.

Dua produk yang mencantumkan MSG tetapi tidak menyebutkan jumlah kandungannya adalah:
Gemez rasa ayam panggang (0,59)
Anak Mas rasa keju (0,52).

MSG, kata Nurhasan, dapat menembus plasenta pada saat kehamilan, menembus jaringan penyaring antara darah otak, dan menyusup ke lima organ circumventricular. Pelindung darah otak yang terkontaminasi dapat mengakibatkan kelainan hati, trauma, hipertensi, stres, demam tinggi dan proses penuaan.

MSG juga memicu reaksi gatal, bintik merah di kulit, mual, dan muntah sakit kepala, migren, asma, gangguan hati, ketidakmampuan belajar dan depresi. “Penggunaan MSG lebih berisiko pada bayi dan anak-anak,” katanya.(iis)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Waktu Berkualitas Untuk Anak

Children spell love with T – I – M- E. (Anak mengartikan cinta dengan “waktu”). Kalimat bijak ini menggambarkan, betapa pentingnya orangtua menciptakan waktu berkualitas untuk anak, karena bagi anak, waktu berkualitas dengan orangtua adalah wujud cinta.

Berapa jam waktu Anda dalam sehari untuk Si Kecil? Duapuluh empat jam, 12 jam, 8 jam, atau cuma 2-4 jam karena Anda ayah-ibu yang sibuk bekerja? Berapa pun jumlah waktu yang Anda miliki bersama anak di rumah, pertanyaan penting berikutnya adalah, apakah waktu tersebut berkualitas?

Tak semua orangtua bisa menciptkan waktu berkualitas saat bersama anak karena untuk itu ternyata ada seninya. Menurut Psikolog Pendidikan Anak Prof DR. Utami Munandar, waktu berkualitas dalam konteks parenting atau ilmu pengasuhan anak adalah waktu dimana orangtua dapat menyampaikan perhatian, kasih sayang dan memberikan pendidikan pada anak-anak mereka. Setiap orang tua berkewajiban menciptakan a very quality time ini, terutama bila mereka ingin melihat anak-anak mereka tumbuh dengan baik. “Kebutuhan akan waktu berkualitas ini semakin urgent saat anak berusia balita, karena pada usia tersebut terjadi pertumbuhan fisik, psikologi, dan intelektualitas tercepat, sehingga orangtua perlu memberikan stimulus memadai agar perkembangan anak optimal. Stimulasi ini tentu harus diberikan melalui kebersamaan antara orangtua dengan anak,” demikian Utami.

Kualitas Tak Mesti Banyak

Utami yang Guru Besar Fakultas Psikologi Pendidikan Universitas Indonesia menjelaskan, kualitas adalah ukuran mutu, bukan jumlah. Jadi, waktu yang berkualitas tak mesti selalu “banyak waktu bagi Si Kecil”. Jumlah waktu 2-4 jam sehari pun sudah memadai untuk menciptakan sebuah kualitas pertemuan yang baik. “Karena bila orang tua “banjir waktu” tapi tidak memberikan manfaat apa pun bagi anak, atau anak acuh tak acuh saat ada orangtuanya, kebersamaan pun jadi kurang bermanfaat,” jelas Utami.

Seperti apa waktu yang berkualitas? Menurut Utami, salah satu ukurannya adalah waktu dimana saat bersama orangtuanya, meski tidak melakukan apa-apa. anak merasa aman, nyaman, terlindungi, dapat berbagi dan mengungkapkan apa pun yang ada di benak mereka. Akan lebih baik lagi jika di saat itu anak belajar sesuatu dari orangtua. Apa pun, meski cuma sepele seperti “Mengapa burung bisa terbang?”
Waktu berkualitas pun ditandai dengan keberhasilan menjalin hubungan yang harmonis – meski anak hanya bertemu dengan orangtuanya 2-4 jam per hari – dimana bonding atau ikatan orangtua dengan anak cukup kuat, tetapi tidak menjadikan anak kelewat bergantung. “Jadi, anak bisa mandiri tetapi dia yakin orangtuanya adalah tempat kembali paling aman,” ujar Utami.

Waktu yang berkualitas pun bukan cuma bisa dinikmati anak, tetapi orangtua juga merasakan manfaatnya. Melalui waktu itu, orangtua dapat melepaskan semua ketegangan yang dirasakan saat bergumul dengan pekerjaan atau masalah hidup, sehingga pikiran dan hatinya kembali fresh, dan anak menjadi penghiburan yang baik.

Sayangnya, menurut Utami, meski semua ayah-ibu memiliki insting sebagai orangtua, tidak semua dibekali kemampuan menciptakan waktu berkualitas bersama anak. Ini tak ada hubungannya dengan karakter, tingkat pendidikan, atau kondisi sosial-ekonomi seseorang. Ini hanya masalah willing atau kemauan, karena jika memang mau, orangtua bisa kok, melatih dirinya piawai menciptakan waktu berkualitas dengan anak. “Kesibukan di luar rumah seharusnya juga tidak jadi alasan bagi orang tua untuk memberikan “seadanya” bagi anak,” ujar Utami, seraya melanjutkan, kata kuncinya adalah komunikasi yang baik.

“Saya banyak mendapati kasus ibu berhenti bekerja karena ingin punya banyak waktu bersama anak. Tetapi setelah itu terjadi ternyata tak ada artinya karena saat bersama anak ibu tidak banyak berkomunikasi, baik komunikasi secara verbal (kata-kata) maupun non-verbal (sentuhan, ekspresi, gerak-gerik) Waktu ibu tidak digunakan untuk bergaul dengan anak-anaknya, tapi digunakan untuk kegiatan lain seperti belanja, mencoba resep baru, membenahi rumah, nonton TV, arisan, jalan-jalan, ngobrol di telepon, berbagai hal yang selama ini tidak ia dapatkan karena sibuk bekerja di kantor. Karena itu jangan kaget bila Anda menemukan anak-anak ibu full time house wife, ternyata memiliki kepandaian atau keterampilan di bawah anak-anak dari ayah-ibu bekerja,” demikian Utami.

Pilih Kegiatan yang Tepat

Sebetulnya, semua waktu yang diberikan orang tua pada anak-anaknya berpeluang menjadi berkualitas. Tanpa Anda sadari, keberadaan Anda di rumah saja pun bagi anak cukup membuat mereka gembira. Tapi sekedar gembira saja tidak cukup. Anak seharusnya mendapatkan manfaat lebih banyak.

Jika ingin mulai menciptakan waktu berkualitas bagi anak, yang pertama bisa kita lakukan adalah mengadakan waktunya dulu. Katakanlah, dalam sehari ada 4 jam waktu tersedia buat anak, pagi dua jam, malam dua jam. Mulailah dari sini, apa yang bisa kita lakukan di waktu tersebut? “Agar anak mendapatkan waktu yang cukup baik, ada baiknya orangtua tahu kegiatan favorit anak, minat, dan karakternya. Kadang orangtua mengira anak paling senang diajak pergi atau jalan-jalan, padahal sebetulnya anak cukup senang bermain balok atau main masak-masakan di rumah,” tutur Utami.

Acara ke luar, lanjutnya, memang dapat mengembirakan jika disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak memusatkan perhatiannya. Tapi jadwal acara keluar yang terlalu sering justru dapat menjadi beban baginya, karena melelahkan dan butuh penyesuaian diri terhadap lingkungan baru. “Ini juga tergantung dari usia anak. Jika anak masih batita atau balita, kunjungan ke tempat yang menurut Anda cukup bermanfaat seperti musium, kebun binatang, atau menonton sandiwara boneka, justru bisa membebani anak. Acara sederhana di rumah yang nyaman kadang kala lebih efektif dan fun, karena tingkat stresnya rendah dan tidak ada tuntutan.”

Utami tidak menafikan, memang banyak orangtua merasa berdosa meninggalkan anak lima hari dalam seminggu, sehingga saat week end mereka berusaha “menebus” dengan rencana jalan-jalan yang, di mata orangtua, pasti asyik.

Tetapi, katanya, kompensasi yang berlebihan bukan hal yang benar. Kebersamaan tidak harus dilakukan lewat cara meriah atau mahal agar dapat berarti. “Sarapan bersama, berbicang-bincang, berangkulan di sofa, pelukan setiap berpapasan, membacakan cerita, menggelitik anak, “perang” bantal, mandi bersama, keliling-keliling kompleks naik sepeda, ngerujak bareng, menemani anak menggambar atau bermain sambil sesekali bertanya atau menjawab pertanyaannya, melihat tetes hujan dari jemdela, ini adalah waktu berkualitas yang bisa diciptakan setiap saat, spontan, murah, dan mudah,” tandas Utami.

Dia menekankan, waktu yang berkualitas tidak perlu selalu dijadwalkan. Kegembiraan spontan justru berpotensi membuat semua pihak gembira. “Kegembiraan juga tak berarti harus bermain. Kebersamaan Anda bersama batita dapat terjadi ketika
dia “membantu” Anda basah-basahan mencuci mobil, menyiapkan makan,
merapikan gudang, atau membetulkan radio yang rusak.” Perlu juga memang, sesekali menciptakan waktu berkualitas khusus seperti menemani anak pergi tidur atau acara jalan-jalan yang sudah disepakati bersama. Ini lantaran, “Pada waktu-waktu khusus itu biasanya anak akan bersemangat dan lebih mudah diajak bercengkrama atau berinterasi,” jelas Utami.

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan orangtua saat bersama anak mereka menurut Utami adalah, buanglah rasa bersalah seperti “maaf ya, nak, cuma ini waktu yang bisa ayah-ibu berikan untukmu” atau “Oh, seandainya kita bisa sering-sering begini”, karena perasaan seperti ini justru akan mendorong orangtua menjadi tidak
Objektif, sehingga cenderung memanjakan dan menuruti semua kemauan anak.”

Jadi santailah sedikit, syukuri kebersamaan yang tengah dihadapi, nikmati waktu berkualitas Anda bersama si Kecil…

Kontak Mata, Kontak Fisik, dan Cerewet Sedikit…

Saat ini Anda sedang bersama anak di sebuah ruangan yang sama. Seperti apa kondisinya? Apakah Anda sibuk dengan telenovela yang sedang rame-ramenya – sehingga saking tak mau ketinggalan adegan Anda menghardik Si Kecil yang menghampiri minta dibuatkan gambar ikan, atau, meski Anda sedang nonton TV, Anda tetap memberi respon pada setiap kontak yang dibuat anak?

Jadilah orangtua yang responsif. Bahkan syukur-syukur bisa sekaligus kreatif dengan stimulus. Karena, menurut para ahli perkembangan, dua hal inilah yang dibutuhkan anak. Di usia mereka, anak membutuhkan banyak rangsangan untuk mengoptimalkan kecerdasannya sekaligus respon untuk memperkaya batinnya. Untuk itu orangtua tidak perlu ber-IQ tinggi. Cukup perbanyak kontak mata dengan anak (misal, menatapnya penuh kasih sayang, atau menatapnya penuh perhatian saat anak bicara), perbanyak kontak fisik (misal, menghadiahi anak pelukan atau belaian yang membuat jiwanya damai), dan sedikit cerewetlah karena lingkungan yang kaya bunyi dan ujaran akan mencerdaskan anak. (Mila Meiliasari)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Sukses Bekerja di Rumah

Dari hari ke hari semakin banyak ibu yang bekerja di rumah.  Fenomena ini memang lebih jelas terlihat peningkatannya di negara-negara maju.

Tapi jangan salah! di Indonesia pun semakin banyak ibu berpendidikan tinggi yang memilih untuk bekerja di rumah. Simak selanjutnya tentang kiat sukses bekerja dirumah

Alasan yang paling mendasari ibu memilih opsi ini adalah tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menyaksikan sendiri tumbuh kembang anak-anaknya.  Keuntungan lainnya dengan bekerja di rumah adalah tak perlu menghabiskan waktu dengan bermacet-macet untuk ke kantor.

Mungkin bagi sebagian ibu konsep bekerja di rumah ini adalah konsep yang ideal.  Bisa mengawasi anak-anak dan rumah tangga secara langsung, sekaligus menghasilkan uang.  Akan tetapi, sesungguhnya bekerja dari rumah juga menuntut tanggung jawab besar dan butuh komitmen yang tinggi.

Kunci untuk sukses bekerja di rumah sebenarnya hanya dua, yaitu kemampuan manajemen dan membuat prioritas.  Kalau tidak direncanakan dengan baik, prakteknya bisa berantakan.  Dengan strategi yang baik dan didukung sikap yang positif, Anda akan mampu bekerja dengan sangkil (efektif).

1. Be Realistic!

Salah satu ‘enaknya’ bekerja di rumah adalah Anda bisa bekerja sambil memakai daster atau berkaos oblong kesayangan (yang warnanya sudah super bluwek!!) plus celana pendek.  Tapi ketika sedang bernegosiasi dengan klien, Anda toh tetap harus professional.  Kenakan pakaian yang rapi dan pantas ketika bertemu dengan klien.  Dan jangan lupa untuk menyediakan kartu nama.  Ini penting! Agar klien (terlebih dengan calon klien) yakin bahwa meski dikerjakan di rumah, bisnis Anda ini serius.

Sebagian besar masyarakat kita mungkin belum memandang home-based business sama seperti mereka memandang bisnis pada umumnya.  Tak perlu berkecil hati.  Justru di bisnis ‘rumahan’ ini Anda bisa memberikan keunggulan atau nilai tambah kepada pelanggan.  Seperti memberikan sentuhan personal di setiap jasa yang Anda berikan ke pelanggan dan menanggapi dengan cepat setiap keluhan maupun permintaan dari pelanggan.

Sebelum memutuskan untuk bekerja di rumah, Anda harus tahu apa sebenarnya tujuan dan keinginan Anda.  Anda juga harus menyadari bahwa dengan bekerja di rumah, jumlah uang yang Anda hasilkan mungkin akan lebih sedikit daripada orang yang bekerja kantoran, karena ‘aturan main’ keduanya juga berbeda.

Lebih realistis lah dalam menetapkan target.  Anda bukan hanya menjalankan bisnis, tetapi pada saat yang sama juga ada rumah tangga (beserta anak-anak) yang harus diurus.  Keduanya berada pada lokasi yang sama pula.  Anda dituntut untuk disiplin dan fokus terhadap apa yang Anda lakukan.  Tetapi juga tak perlu memaksakan diri menjadi Super Mom.


2.  Ciptakan Suasana Kerja Agar Anda Lebih Bersemangat

Pastikan perlengkapan kerja Anda hanya digunakan oleh Anda sendiri. Sebaiknya jangan berbagi dengan suami ataupun anak-anak.

Atur dan simpan dengan rapi semua dokumen dan lembaran-lembaran kertas yang berhubungan dengan pekerjaan Anda. Pastikan semua kertas-kertas tersebut hanya berada di ‘kantor’ atau ruang kerja Anda, jangan diletakkan di tempat/ruangan lain.

Sempatkan untuk membaca berbagai kisah sukses para wirausahawan atau buku-buku tentang pengembangan diri, untuk meningkatkan motivasi Anda dan memperoleh tips-tips yang sekiranya bermanfaat bagi usaha Anda.


3. Mengatur Waktu Sebaik Mungkin

Atur pekerjaan rumah tangga dengan baik agar Anda dapat ‘menghemat’ waktu. Misalnya, masak makanan dalam jumlah yang cukup untuk dua kali waktu makan (makan siang dan makan malam).

Berusahalah untuk menetapkan ‘jam kerja’ dan cobalah untuk mengikutinya sedisiplin mungkin.  Tapi Anda juga tak perlu terlalu kaku dengan ‘jam kerja’ tersebut.  Bila siang ini anak-anak tengah sangat membutuhkan Anda, mereka lah prioritas Anda.

Buat to do list harian baik untuk keperluan bisnis maupun rumah tangga.  Ini untuk memudahkan Anda mengatur waktu secara terstruktur.

Tidak ada salahnya menginvestasikan uang di peralatan elektronik yang dapat mempermudah pekerjaan rumah tangga.  Misalnya, mesin cuci otomatis sekaligus pengering.  Memang lebih mahal.  Tapi kalau itu bisa menghemat waktu, sehingga Anda punya lebih banyak waktu untuk menghasilkan uang, mengapa tidak?

Salah satu kunci keberhasilan bekerja di rumah adalah time management skill.  Contohnya, belanja keperluan rumah tangga dijadwalkan pada hari dimana anak Anda les.  Setelah mengantar anak ke tempat lesnya, Anda langsung menuju toko swalayan.  Sekali keluar rumah, dua pekerjaan terselesaikan!


4.  Libatkan Keluarga

Dorong suami dan anak-anak (jika mereka sudah cukup besar) untuk membantu beberapa pekerjaan rumah tangga.  Selain mengajarkan anak untuk bisa mandiri, ini juga mengajarkan nilai-nilai tentang kerjasama antar anggota keluarga.

Jika anak Anda sudah cukup besar, ajari ia untuk menjawab telepon dengan sopan dan lugas.  Atau jika Anda memiliki anak-anak usia balita, sebaiknya letakkan telepon di tempat yang tak terjangkau oleh mereka.

Berdiskusi dengan suami tentang berbagai hal yang berhubungan dengan dunia usaha.  Selain bermanfaat untuk menambah wawasan, biasanya orang cenderung lebih senang memperoleh pendapat kedua dari orang yang ia percaya.

Pada dasarnya untuk membuat konsep bekerja di rumah ini berjalan lancar,  Anda harus menguasai ilmu tarik-ulur.  Dan itu akan Anda kuasai seiring dengan berjalannya waktu.  Yang paling penting adalah, selalu bersyukur atas apa yang telah Anda capai atau peroleh setiap harinya.  Bermain bersama batita Anda juga sama pentingnya dengan keberhasilan Anda bernegosiasi dengan klien. Jangan lupa, bahwa alasan Anda untuk bekerja di rumah adalah agar lebih dekat dengan si kecil, bukan?. (EG)

Sumber : http://www.ibudananak.com

“Saat Ini” adalah KARUNIA

Di awal tahun ajaran baru, di suatu universitas di USA, CEO Coca Cola, Brian Dyson, berbicara mengenai hubungan antara pekerjaan dan kewajiban (komitmen) hidup yang lain.

“Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan” hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.Tetapi empat bola lainnya *Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit-terbuat dari gelas.

Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya. Bagaimana caranya ?

Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.

Jangan tetapkan tujuan dan sasaran Kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya Kita yang mengerti dan dapat merasa “apa yang terbaik untuk kita”.

Jangan mengganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti.

Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di ‘masa lampau’ atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.

Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan.Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha. Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain. Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.

Jangan berusaha untuk mengunci Cinta memasuki hidupmu dengan berkata : “tidak mungkin saya temukan”. Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya “sayap”.

Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa dari mana kita berasal dan juga lupa sedang menuju kemana kita. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.

Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu Pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat Kita bawa kemanapun tanpa membebani. Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika telah lewat. Hidup bukanlah pacuan melainkan suatu perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.

Dan akhirnya resapilah :

MASA LALU adalah SEJARAH,
MASA DEPAN merupakan Misteri dan
SAAT INI adalah KARUNIA.

Itulah kenapa dalam bahasa inggris saat ini disebut “The Present”.

Sumber : Internet Google Searching

Lima Jenis Trojan

Software jahat dan anti software jahat terus berkembang saling adu kuat. Ketika serangan virus, trojan horse dan malware lain dapat diatasi oleh sebuah sistem pengamanan, serangan berikutnya sebagai respon terhadap sistem pengamanan tersebut datang lagi dengan kemampuan/kelihaian yang lebih tinggi.

Berikut 5 jenis trojan horse yang tehnik serangannya dengan cara mengelabui sistem pengamanan :

1. Glieder Trojan

Trojan ini seolah mengatakan “jangan hiraukan saya, saya disini hanya untuk mengistirahatkan komputer ini.” padahal sesungguhnya komputer sedang memasukkan sebuah program pengintai.

Glieder trojan menggunakan proses penularan bertingkat, dimana tahap pertamanya adalah sebuah program malware kecil akan berubah secara terus menerus, sehingga program anti-virus yang terpasang dalam PC tidak akan mengenalnya sebagai malware.

Begitu glieder trojan terinstal dalam PC, program ini akan berusaha menghilangkan kemampuan sistem pengamanan yang terpasang, baru setelah itu melakukan aktifitas jahatnya seperti memindahkan atau mencuri data penting, atau aktifitas lainnya sesuai keinginan penyerang.

2. Gozi Trojan

Websites dapat menggunakan secure cocket layer (SSL) untuk menyandi dan mengamanankan data penting dan sensitif seperti on-line banking atau transaksi on-line. Ciri-ciri website yang menggunakan SSL adalah adanya gambar gembok di address bar-nya.

Gozi trojan seolah mengatakan “website dikunci dan disandi ? no, problem !” dan dia akan menghindari pengamanan ini (SSL) dengan cara mengelabui OS Windows, sehingga seakan-akan dia adalah bagian dari proses SSL.

Yang terjadi adalah data meninggalkan browser melalui gozi trojan sebelum data tersebut disandikan dan dikirimkan keluar PC menuju network. Program jahat ini memang tidak seperti trojan pada umumnya, dia masuk sampai ke operating system dengan mengelabui layered service providers (LSPs).

3. SpamThru Trojan

Program jahat ini berlaku seolah-oleh sebuah program anti-virus tambahan, sehingga dapat dikatakan “malware yang melakukan scanning malware dalam PC”. Bila PC memasang anti-virus baru yang lebih baik, dia akan memblok malware ini agar tidak bisa melakukan up-date yang dapat mengubah dirinya menjadi malware lain.

4. SpyAgent Trojan

Program ini bermain di area penyandian file dalam windows, yaitu ketika kita melakukan penyandian dengan fasilitas yang disediakan oleh windows. SpyAgent ini memposisikan dirinya sebagai user account tingkat administrator, dan menggunakan account tersebut untuk menyandi file-file. Program anti-virus yang terpasang tidak akan menduga adanya file yang sudah disusupi program jahat.

5. Jowspry Trojan

Jowspry trojan mengelabui PC dengan dengan tehnik topeng (masquerader), seolah-olah sebuah program yang memang sudah dikenal dan diakui oleh PC, yaitu windows up-date.

Program ini akan melakukan koneksi seperti background intelligent transfer service yang digunakan oleh program windows up-date, sehingga tidak ditangkal oleh program firewall yang terpasang dalam PC. Seolah mengatakan “hai firewall, saya windows up-date, jangan khawatir la yaw!”.

Untuk mengantisipasi kehadiran trojan-trojan tersebut agar tidak bersarang dalam PC atau tidak memberi kesempatan pada trojan untuk beraksi perlu diantisipasi :

- selalu up-date windows dan program aplikasinya;

- usahakan tidak membuka attachement atau mengklik link dalam e-mail yang tidak jelas; dan

- gunakan selalu program anti-virus yang baik. -antz-

Sumber : PC World

Manusia Diciptakan Untuk Bersyukur

Alhamdulillahi Ahad, Segala pujian hanya untuk Alloh yang Maha Tunggal.

Sebelum diciptakan dalam bentuk cikal bakal manusia, Alloh yang Maha Suci telah memberikan kepada manusia seorang Ayahanda dan seorang Ibunda. Tidak hanya itu, kakek dan nenek telah disiapkan Alloh untuk siap menolong dan menyayangi cucunya. Tidak hanya itu paman, bibi, tetangga semuanya siap menyayangi kita yang bakal dilahirkan.Tidak hanya itu, sebuah tempat yang lembut dan nyaman yang hanya cocok untuk cikal bakal manusia yang siap tumbuh. Subhanalloh masih banyak lagi, yang tidak bisa kita hitung. Memang Alloh yang maha penyayang tidak memerintahkan kita untuk menghitungnya. Niscaya tidak akan bisa kita menghitungnya.

”Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Alloh, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An Nahl [16]: 18).

Jadi hanya bersyukurlah yang paling layak dan pantas dilakukan manusia.

Dengan bersyukur insyaalloh akan menjadi bahagia

Dengan bersyukur insyaalloh akan menjadi penyabar

Dengan bersyukur insyaalloh akan menjadi penyayang

Dengan bersyukur insyaalloh akan menjadi santun

Dengan bersyukur insyaalloh akan menjadi berani

Dengan bersyukur insyaalloh akan menjadi suri tauladan